Monday, August 2, 2010

Susu Sapi Kloning Beredar di Inggris

 Susu Sapi Kloning Beredar di Inggris




TEMPO Interaktif,  Susu sapi hasil kloningan telah beredar di toko-toko di Inggris. Konsumen susu di Inggris kemungkinan besar tidak mengetahui susu yang mereka konsumsi selama ini berasal dari sapi kloning.


Praktek illegal yang menggemparkan publik Inggris ini ditiupkan oleh seorang petani yang identitasnya dirahasiakan. Semalam, Badan Standarisasi Makanan Inggris langsung menggelar investigasi. Mereka mengatakan menjual susu dari sapi kloning adalah perbuatan illegal.

Para ahli di Eropa belum bisa mengidentifikasi risiko bagi para konsumen yang meminum susu sapi kloning. Namun beberapa kampanye menyebutkan susu hasil sapi kloning bisa menimbukan penyakit baru dari hewan ke manusia. Beberapa hasil penelitian juga mengatakan, produk dari hewan kloning bisa menimbulkan kelahiran prematur dan kematian dini.

Sebaliknya, para pendukung produk hasil hewan kloning mengatakan daging dari hewan kloning bisa mengasilkan produk jauh lebih besar, tahan penyakit dan susu yang lebih banyak. Bagaimanapun, sebuah survei yang dilakukan Badan Standarisasi Makanan Inggris pada 2008 menyebutkan para konsumen tidak ingin membeli produk-produk dari hewan kloning di supermarket.

Anak sapi hasil kloning lahir pertama kali di peternakan Inggris pada 2007. Anak sapi itu bernama Dundee Paradise, anak sapi yang diciptkan para ilmuwan di Amerika Serikat ini lahir di daerah Wolverhampton.

EXPRESS I DAILY MAIL I POERNOMO G RIDHO  

Sunday, August 1, 2010

Perut Lapar Setelah Berenang


Kenapa Perut Lapar Setelah Berenang?

Vera Farah Bararah - detikHealth

imgIlustrasi (Washington.or.us)
Jakarta, Berenang merupakan salah satu olahraga yang baik, karena melibatkan banyak otot dan organ tubuh. Namun sebagian besar orang akan merasa sangat lapar setelah melakukan olahraga ini padahal sebelumnya sudah cukup makan.

Rasa lapar yang muncul setelah berenang disebabkan oleh dua hal, pertama adanya perubahan suhu saat seseorang keluar dari kolam renang dan kedua akibat dehidrasi.

Air yang digunakan untuk berenang biasanya akan lebih dingin dibandingkan udara di sekitar. Merendam tubuh di dalam air yang dingin akan menurunkan suhu tubuh seseorang. Sehingga saat seseorang keluar dari kolam renang atau ke udara yang bersuhu lebih panas, tubuh akan berusaha untuk menormalkannya.

Dikutip dari 
That'sfit, Sabtu (31/7/2010), untuk menormalkannya dibutuhkan bahan bakar atau energi yang besar, karenanya tubuh akan mengirimkan sinyal rasa lapar sehingga seseorang akan makan dengan lahap setelah berenang.

Sebuah cara yang baik untuk mengatasi perubahan suhu di dalam tubuh ini adalah dengan melakukan beberapa peregangan ringan, berjalan cepat atau terkena air yang hangat.

Penyebab kedua yang harus diperhatikan adalah mengonsumsi cairan yang cukup setelah berenang. Beberapa orang terkadang tidak merasa rasa haus setelah berenang padahal saat berenang tubuh juga kekurangan air. Jika seseorang terus berenang tanpa mengonsumsi air sama sekali nantinya bisa memicu dehidrasi.

Setiap sel di dalam tubuh manusia membutuhkan air, seperti otot-otot memerlukan 75 persen air, paru-paru memerlukan 95 persen air, darah memerlukan 82 persen air dan tulang memerlukan 25 persen air. Ketika tubuh tidak memiliki air yang cukup, maka sistem tidak akan bisa bekerja secara optimal.

Cara terbaik untuk mengatasinya adalah sebaiknya mengonsumsi 500 ml air 20-30 menit sebelum berenang, minum 200-300 ml air setiap 10-15 menit berada di kolam renang dan mengonsumsi 500 ml air jika sudah keluar dari kolam renang. Hal ini juga membantu menstabilkan suhu tubuh dan menghindari dehidrasi.

Mengomeli Anak Harus dengan Nada yang Indah

Minggu, 01/08/2010 07:50 WIB

Mengomeli Anak Harus dengan Nada yang Indah

Merry Wahyuningsih - detikHealth

imgIlustrasi (Foto: medrounds.org)
Jakarta, Pendidik pertama sekaligus pendidik utama bagi anak tidak lain adalah orangtua. Untuk itu, berilah pendidikan yang menyenangkan dengan senyum dan nyanyian bernada indah bagi anak.

Pemahaman hakikat anak, pengenalan proses tumbuh-kembangnya, serta pengertian mendalam tentang keunikan masing-masing anak, hanya dipahami terutama oleh orangtuanya dibanding pihak-pihak lain yang terkait dengan dunia pendidikan si kecil.

Sedangkan para guru sebagai pendidik di institusi pendidikan baik formal maupun nonformal merupakan kelanjutan dari pendidikan orangtua.

Tapi tanda disadari, banyak orangtua yang merupakan pendidik utama justru menerapkan cara pengajaran yang salah, misalnya dengan menjewer atau membentak.

"Tanpa disadari, sudah terjadi kekerasan dalam keluarga dengan ibu dan ayah yang suka menjewer atau membentak," tutur Dr Seto Mulyadi, M.Psi, Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, dalam acara Smart Parents Conference di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (31/7/2010).

Keluarga diharapkan bisa benar-benar kembali menjadi The School of Love, yang merupakan salah satu mata rantai terpenting dalam membangun pola asih, asah dan asuh, guna membentuk anak berkarakter positif.

Karena itu, menurut Kak Seto, kesanggupan para orangtua untuk mau berubah sesuai dengan paradigma baru dalam mendidik putra-putrinya, adalah prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

"Senyumlah ketika menghadapi anak. Mengomel boleh saja, tapi sampaikanlah dengan nada yang lebih indah, mengomel dengan menyanyi misalnya," tambah Kak Seto.

Selain itu, orangtua hendaknya mau melangsungkan komunikasi yang efektif dengan anak, serta memahami benar-benar hakikat anak, yakni:

1. Anak bukan miniatur orang dewasa
Artinya, anak memang bukanlah orang dewasa yang seolah ukuran badannya saja yang kecil (mini). Anak tetaplah anak, yang belum cukup memiliki kematangan dan masih banyak kekurangan serta kelemahan dibandingkan dengan orang dewasa.

2. Dunia anak adalah dunia bermain
Artinya, dunia anak pada dasarnya adalah dunia yang menyenangkan, yaitu bermain. Bermain mempunyai arti suatu kegiatan yang menyenangkan, tanpa paksaan dan tanpa suatu target yang ketat ataupun kaku. Jadi proses pembelajaran pada anak, hendaknya dilakukan melalui aktivitas yang benar-benar diwarnai suasana kegembiraaan.

3. Anak memiliki kecenderungan meniru
Artinya, apa yang dilakukan anak, banyak yang merupakan hasil peniruan terhadap apa yang terjadi di sekililingnya. Sehingga berbagai perilaku anak (apakah itu perilaku baik atau kurang baik), acapkali doambil dari perilaku orang-orang di sekitarnya (ayah, ibu, kakak, guru, teman dan lainnya). Itulah maka para ahli sependapat bahwa mendidik pada dasarnya adalah memberikan teladan dan bukannya sekedar memberi instruksi, memarahi apalagi menghukum.

4. Setiap anak itu unik
Artinya, masing-masing anak memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Karena itu, tidak semestinya membandingkan seorang anak dengan anak lain. Betapa pun itu saudara kandung atau bahkan saudara kembar sekalipun.

5. Anak berkembang secara bertahap
Artinya, setiap anak niscaya mengalami proses tumbuh dan kembang. Dan proses tersebut berlangsung secara tahap demi tahap, bukannya secara 'sekali-gebrak'.

Demikian pula proses pendidikan yang berlangsung di sekolah sebagai lembaga pendidikan. Sudah saatnya untuk mengakhiri segala macam bentuk pembelajaran yang bersifat otoriter dan memasung pola pikir kreatif anak.

Anak Bisa Insomnia


Anak Bisa Kena Insomnia

Merry Wahyuningsih - detikHealth

imgIlustrasi (Foto: independent)
Rhode Island, Sulit tidur, sering terbangun di malam hari dan sulit tidur lagi, bangun dini hari serta tidak segar saat bangun pagi adalah gejala yang dialami penderita insomnia. Tak hanya orang dewasa, ternyata anak juga bisa mengalami insomnia.

Berdasarkan data riset internasional yang dilakukan US Census Bureau, International Data Base tahun 2004, diketahui bahwa 28 juta orang Indonesia mengalami insomnia atau gangguan kesulitan tidur. Tapi yang mencengangkan lagi, insomnia ternyata juga dapat menyerang anak-anak.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh psikiater anak dari Providence, Rhode Island, insomnia secara signifikan telah mempengaruhi 29 persen dari anak-anak secara keseluruhan.

"Sekitar seperempat pasien anak dengan insomnia dengan gejala yang berat bahkan menggunakan obat tidur, meski tidak ada persetujuan dari US Food and Drug Administration untuk penggunaan obat tidur pada anak-anak," ujar Dr Judith A. Owens dari Rhode Island Hospital dan Brown University, seperti dilansir dari 
ABCNews, Minggu (1/8/2010).

Menurut Owens, prevalensi insomnia anak dengan gejala berat selama periode 1 bulan meningkat dari 8,4 persen pada pasien usia 2 tahun, 28 persen pada usia 6-12 tahun dan 32 persen pada usia 13-18 tahun.

Penggunaan obat untuk mengatasi gejala-gejala insomnia pada anak juga meningkat seiring usia, yaitu dari 3,5 persen pada usia 2 tahun, kurang dari 25 persen pada usia 6-12 tahun dan 29,2 persen pada usia 13-18 tahun.

Hal ini cukup beralasan, karena hampir semua gangguan kejiwaan dan gangguan perkembangan saraf pada anak-anak, termasuk depresi, ADHD dan gangguan autisme dapat dikaitkan dengan waktu tidur anak yang tertunda dan gangguan tidur, yang akhirnya menyebabkan kantuk di siang hari, kelelahan dan pola sirkadian tidur abnormal.

Tapi Owens mengingatkan penggunaan obat tidur untuk pasien insomnia anak sangat berbahaya. Efek jangka panjang penggunaan obat tidur pada anak justru dapat berisiko lebih besar.

Owens menyarankan, pada kebanyakan kasus, pengobatan dengan menggunakan hipnotis atau terapi penenang (sedating) dapat mengatasi gangguan kejiwaan sekaligus gejala insomnia (45 persen), yang akhirnya dapat meminimalkan efek samping.

Benarkah Tinta Isi Ulang Lebih Murah?


Benarkah Tinta Isi Ulang Lebih Murah?

Benarkah Tinta Isi Ulang Lebih Murah?
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sudah sekian lama tinta isi ulang untuk printer lebih populer di mata masyarakat dibanding tinta asli. Dengan alasan harga lebih murah, masyarakat lebih memilih tinta isi ulang dibanding tinta original. Benarkah tinta isi ulang lebih murah?
Ink Product Manager HP Adrian Lesmono di Yogyakarta, Jumat (30/7/2010), mengatakan masyarakat umumnya memaknai "murah" semata-mata dari sisi harga dan mengabaikan hasil dan proses cetak. Padahal, kata dia, "murah" seharusnya dimaknai lebih menyeluruh.
Ia mencontohkan, tinta HP seri 703 harganya Rp 85 ribu per cartridge bisa mencetak 600 halaman. Artinya, ongkos cetak per halaman bisa dihitung dengan dengan pasti yaitu sekitar Rp 140 per halaman.
"Sementara tinta suntik atau infus seri sejenis harganya sekitar Rp 60 ribu per cartridge. Tapi kita tidak bisa mengitung berapa biaya cetak per lembarnya. Alasanya macam-macam. Misalnya, tintanya belum habis ternyata print head-nya rusak dan harus diganti. Atau, belum dipakai lama ternyata tintanya bermalah," jelasnya.
Ukuran "murah" tinta isi ulang juga sulit diukur, lanjut Adrian, karena seringkal terjadi hal-hal di luar harapan yang mempengaruhi produktivitas. Ia mencontohkan, dengan tinta original hasil cetak dijamin bagus kualitasnya secara konsisten dari halaman awal hingga akhir.
Sementara, dari hasil uji coba yang dilakukannya tinta isi ulang tidak bisa memberikan konsistensi kualitas. "Coba aja deh kalau pakai tinta isi ulang pasti di cetakan kesekian kadang muncul garis-garis atau gradasi ketebalan cetak. Kadang kita tidak puas dengan hasil cetak lalu membuang kertas dan print ulang. Berapa kertas yang dibuang," katanya.
Contoh lain, ucap Adrian, "Berapa kali pekerjaan kita tertunda karena hasil cetak tidak baik. Kalau hasil cetak tidak baik, orang lalu uring-uringan, dan produltivitas terganggu. Hal-hal seperti ini sering diabaikan orang dalam memaknai 'murah'."

Khasiat Air Kelapa


Mengapa Madonna Tergila-gila Air Kelapa

VIVAnews - Popularitas air kelapa kontan melejit saat Madonna menginvestasikan US$1,5 juta untuk sebuah perusahaan yang memproduksi air kelapa muda.
Sang penyanyi sangat tergila-gila dengan air kelapa hijau demi kebugaran hingga rela merogok kocek dalam-dalam.
Benarkah semua klaim terhadap khasiat air kelapa muda seperti menurunkan kolesterol, meningkatkan metabolisme, dan mencegah diabetes? Benarkah air kelapa muda dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang?
Ahli diet dan juru bicara untuk Asosiasi Diet Amerika Andrea Giancoli, menyebutkan, air kelapa memang memiliki beberapa khasiat dan kandungan gizi. Namun tak semua klaim yang beredar benar.
Air kelapa terutama kelapa hijau memiliki kandungan kalium tinggi. "Kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup kalium karena tidak memakan buah dan sayuran yang cukup. Air kelapa memiliki kandungan kalium lebih tinggi daripada pisang," ujarnya. Pisang berukuran sedang memiliki 451 miligram kalium. Sementara satu ons air kelapa memiliki kalium 660 miligram.
Selain itu, air kelapa hijau mampu menggantikan cairan tubuh akibat dehidrasi setelah olahraga. Giancoli menyebut, paling baik bila air kelapa diperoleh langsung dari buah segar.
Namun, bila membeli produk kemasan, ia memeringatkan agar memperhatikan label pada kemasan minuman air kelapa sebelum membeli. Beberapa produk air kelapa telah ditambahkan gula dan kalori. (umi)

Sehat Bebas Perut Buncit Berkat Ikan

Sehat Bebas Perut Buncit Berkat Ikan

Salmon
VIVAnews - Sebuah studi di Korea menunjukkan, konsumsi ikan bermanfaat untuk kesehatan. Konsumsi minimal satu porsi ikan per hari akan mengurangi risiko terjadinya sindrom metabolik pemicu penyakit diabetes, jantung dan stroke. 
Hasil penelitian terhadap 3.500 orang dewasa usia 40-69 tahun di Korea menunjukkan, pria yang makan satu porsi ikan laut setiap hari memiliki risiko 57 persen lebih rendah mengidap sindrom metabolik dibanding orang yang makan ikan sekali tiap minggu. Sindrom ini merupakan kombinasi faktor risiko untuk diabetes, penyakit jantung dan stroke.
Dr Merle Myerson, seorang ahli jantung dan Direktur Program Pencegahan Penyakit Jantung Rumah Sakit Luke Roosevelt Hospital menyarakankan konsumsi ikan laut kaya omega 3 seperti salmon dan tuna Albacore.
Orang yang makan ikan laut secara teratur terbukti mengurangi risiko kegemukan di perut selama tiga tahun. Mereka pun memiliki level tekanan darah, gula darah, kolesterol HDL dan trigliserida yang lebih rendah. (adi)