Sunday, August 1, 2010

Anak Bisa Insomnia


Anak Bisa Kena Insomnia

Merry Wahyuningsih - detikHealth

imgIlustrasi (Foto: independent)
Rhode Island, Sulit tidur, sering terbangun di malam hari dan sulit tidur lagi, bangun dini hari serta tidak segar saat bangun pagi adalah gejala yang dialami penderita insomnia. Tak hanya orang dewasa, ternyata anak juga bisa mengalami insomnia.

Berdasarkan data riset internasional yang dilakukan US Census Bureau, International Data Base tahun 2004, diketahui bahwa 28 juta orang Indonesia mengalami insomnia atau gangguan kesulitan tidur. Tapi yang mencengangkan lagi, insomnia ternyata juga dapat menyerang anak-anak.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh psikiater anak dari Providence, Rhode Island, insomnia secara signifikan telah mempengaruhi 29 persen dari anak-anak secara keseluruhan.

"Sekitar seperempat pasien anak dengan insomnia dengan gejala yang berat bahkan menggunakan obat tidur, meski tidak ada persetujuan dari US Food and Drug Administration untuk penggunaan obat tidur pada anak-anak," ujar Dr Judith A. Owens dari Rhode Island Hospital dan Brown University, seperti dilansir dari 
ABCNews, Minggu (1/8/2010).

Menurut Owens, prevalensi insomnia anak dengan gejala berat selama periode 1 bulan meningkat dari 8,4 persen pada pasien usia 2 tahun, 28 persen pada usia 6-12 tahun dan 32 persen pada usia 13-18 tahun.

Penggunaan obat untuk mengatasi gejala-gejala insomnia pada anak juga meningkat seiring usia, yaitu dari 3,5 persen pada usia 2 tahun, kurang dari 25 persen pada usia 6-12 tahun dan 29,2 persen pada usia 13-18 tahun.

Hal ini cukup beralasan, karena hampir semua gangguan kejiwaan dan gangguan perkembangan saraf pada anak-anak, termasuk depresi, ADHD dan gangguan autisme dapat dikaitkan dengan waktu tidur anak yang tertunda dan gangguan tidur, yang akhirnya menyebabkan kantuk di siang hari, kelelahan dan pola sirkadian tidur abnormal.

Tapi Owens mengingatkan penggunaan obat tidur untuk pasien insomnia anak sangat berbahaya. Efek jangka panjang penggunaan obat tidur pada anak justru dapat berisiko lebih besar.

Owens menyarankan, pada kebanyakan kasus, pengobatan dengan menggunakan hipnotis atau terapi penenang (sedating) dapat mengatasi gangguan kejiwaan sekaligus gejala insomnia (45 persen), yang akhirnya dapat meminimalkan efek samping.

Benarkah Tinta Isi Ulang Lebih Murah?


Benarkah Tinta Isi Ulang Lebih Murah?

Benarkah Tinta Isi Ulang Lebih Murah?
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sudah sekian lama tinta isi ulang untuk printer lebih populer di mata masyarakat dibanding tinta asli. Dengan alasan harga lebih murah, masyarakat lebih memilih tinta isi ulang dibanding tinta original. Benarkah tinta isi ulang lebih murah?
Ink Product Manager HP Adrian Lesmono di Yogyakarta, Jumat (30/7/2010), mengatakan masyarakat umumnya memaknai "murah" semata-mata dari sisi harga dan mengabaikan hasil dan proses cetak. Padahal, kata dia, "murah" seharusnya dimaknai lebih menyeluruh.
Ia mencontohkan, tinta HP seri 703 harganya Rp 85 ribu per cartridge bisa mencetak 600 halaman. Artinya, ongkos cetak per halaman bisa dihitung dengan dengan pasti yaitu sekitar Rp 140 per halaman.
"Sementara tinta suntik atau infus seri sejenis harganya sekitar Rp 60 ribu per cartridge. Tapi kita tidak bisa mengitung berapa biaya cetak per lembarnya. Alasanya macam-macam. Misalnya, tintanya belum habis ternyata print head-nya rusak dan harus diganti. Atau, belum dipakai lama ternyata tintanya bermalah," jelasnya.
Ukuran "murah" tinta isi ulang juga sulit diukur, lanjut Adrian, karena seringkal terjadi hal-hal di luar harapan yang mempengaruhi produktivitas. Ia mencontohkan, dengan tinta original hasil cetak dijamin bagus kualitasnya secara konsisten dari halaman awal hingga akhir.
Sementara, dari hasil uji coba yang dilakukannya tinta isi ulang tidak bisa memberikan konsistensi kualitas. "Coba aja deh kalau pakai tinta isi ulang pasti di cetakan kesekian kadang muncul garis-garis atau gradasi ketebalan cetak. Kadang kita tidak puas dengan hasil cetak lalu membuang kertas dan print ulang. Berapa kertas yang dibuang," katanya.
Contoh lain, ucap Adrian, "Berapa kali pekerjaan kita tertunda karena hasil cetak tidak baik. Kalau hasil cetak tidak baik, orang lalu uring-uringan, dan produltivitas terganggu. Hal-hal seperti ini sering diabaikan orang dalam memaknai 'murah'."

Khasiat Air Kelapa


Mengapa Madonna Tergila-gila Air Kelapa

VIVAnews - Popularitas air kelapa kontan melejit saat Madonna menginvestasikan US$1,5 juta untuk sebuah perusahaan yang memproduksi air kelapa muda.
Sang penyanyi sangat tergila-gila dengan air kelapa hijau demi kebugaran hingga rela merogok kocek dalam-dalam.
Benarkah semua klaim terhadap khasiat air kelapa muda seperti menurunkan kolesterol, meningkatkan metabolisme, dan mencegah diabetes? Benarkah air kelapa muda dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang?
Ahli diet dan juru bicara untuk Asosiasi Diet Amerika Andrea Giancoli, menyebutkan, air kelapa memang memiliki beberapa khasiat dan kandungan gizi. Namun tak semua klaim yang beredar benar.
Air kelapa terutama kelapa hijau memiliki kandungan kalium tinggi. "Kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup kalium karena tidak memakan buah dan sayuran yang cukup. Air kelapa memiliki kandungan kalium lebih tinggi daripada pisang," ujarnya. Pisang berukuran sedang memiliki 451 miligram kalium. Sementara satu ons air kelapa memiliki kalium 660 miligram.
Selain itu, air kelapa hijau mampu menggantikan cairan tubuh akibat dehidrasi setelah olahraga. Giancoli menyebut, paling baik bila air kelapa diperoleh langsung dari buah segar.
Namun, bila membeli produk kemasan, ia memeringatkan agar memperhatikan label pada kemasan minuman air kelapa sebelum membeli. Beberapa produk air kelapa telah ditambahkan gula dan kalori. (umi)

Sehat Bebas Perut Buncit Berkat Ikan

Sehat Bebas Perut Buncit Berkat Ikan

Salmon
VIVAnews - Sebuah studi di Korea menunjukkan, konsumsi ikan bermanfaat untuk kesehatan. Konsumsi minimal satu porsi ikan per hari akan mengurangi risiko terjadinya sindrom metabolik pemicu penyakit diabetes, jantung dan stroke. 
Hasil penelitian terhadap 3.500 orang dewasa usia 40-69 tahun di Korea menunjukkan, pria yang makan satu porsi ikan laut setiap hari memiliki risiko 57 persen lebih rendah mengidap sindrom metabolik dibanding orang yang makan ikan sekali tiap minggu. Sindrom ini merupakan kombinasi faktor risiko untuk diabetes, penyakit jantung dan stroke.
Dr Merle Myerson, seorang ahli jantung dan Direktur Program Pencegahan Penyakit Jantung Rumah Sakit Luke Roosevelt Hospital menyarakankan konsumsi ikan laut kaya omega 3 seperti salmon dan tuna Albacore.
Orang yang makan ikan laut secara teratur terbukti mengurangi risiko kegemukan di perut selama tiga tahun. Mereka pun memiliki level tekanan darah, gula darah, kolesterol HDL dan trigliserida yang lebih rendah. (adi)

Tuesday, October 20, 2009

PENANGGULANGAN ANAK BALITA GIZI KURANG DAN GIZI BURUK MELALUI PROGRAM EDUKASI DAN REHABILITASI GIZI (PERGIZI) SERTA PENINGKATAN FUNGSI DAN KINERJA POSYANDU

PENANGGULANGAN ANAK BALITA GIZI KURANG DAN GIZI BURUK MELALUI PROGRAM EDUKASI DAN REHABILITASI GIZI (PERGIZI) SERTA PENINGKATAN FUNGSI DAN KINERJA POSYANDU

Yekti Widodo, dkk 

ABSTRAK 
Program penanggulangan balita gizi buruk atau gizi kurang harus dilakukan secara terpadu, bersinergi, berkelanjutan, dan berkemitraan melalui program yang melibatkan lintas program dan lintas sektor, serta berbasis prakarsa dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu selain pemberian PMT, pemulihan balita gizi buruk dan gizi kurang harus didukung dengan strategi KIE yang efektif, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, pemberian micronutrient, serta menumbuhkan potensi masyarakat untuk berprakarsa melalui upaya pemberdayaan masyarakat untuk memberikan kontribusi berupa bahan makanan, tenaga, atau uang.
Program Edukasi dan Rehabilitasi Gizi (PERGIZI) bertujuan untuk mengoptimalkan keberhasilan program peningkatan status gizi balita yang selama ini telah dilakukan, melalui kegiatan penyuluhan, pemberian makanan tambahan (PMT-Bersama), pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, pemberian micronutrient, yang dilaksanakan secara terpadu bersinergi, berkelanjutan, dan berkemitraan melalui program yang melibatkan masyarakat, lintas program dan lintas sektor.
Program Edukasi clan Rehabilitasi Gizi (PERGIZI) merupakan model 'baru' yang berupaya untuk membantu, memfasilitasi, dan memotivasi ibu balita gizi kurang dan gizi buruk untuk meningkatkan status gizi anak dengan memanfaatkan potensi yang terdapat pada diri dan keluarganya melalui perubahan perilaku dalam merawat dan memberi makan anak. Jumlah sasaran PERGIZI yang aktif sampai minggu ke­12 adalah 109, yang terdiri dari 36 anak balita yang awalnya menderita gizi buruk dan 73 anak yang menderita gizi kurang, jumlah sampel yang mempunyai data lengkap hanya 97 anak balita yang terdiri dari 35 anak balita yang awalnya gizi buruk dan 62 anak balita yang awalnya gizi kurang. Anak balita sasaran PERGIZI yang mengalami peningkatan status gizi dari gizi buruk menjadi gizi kurang dan cenderung meningkat dan dapat dipertahankan mencapai 37,1%. Anak balita sasaran PERGIZI yang mengalami peningkatan status gizi dari gizi kurang menjadi gizi baik dan cenderung meningkat dan dapat dipertahankan mencapai 29,1%, terdapat 3,2% anak balita justru turun dan gizi kurang menjadi gizi buruk. Secara keseluruhan pada anak dengan status gizi awal gizi buruk dan gizi kurang setelah mengikuti kegiatan PERGIZI selama 12 minggu, sebanyak 31 anak (32,0%) mengalami peningkatan status gizi. Anak balita sasaran PERGIZI yang mempunyai nafsu makan baik meningkat dari 8,7% menjadi 78,4%. Morbiditas utama anak yaitu ISPA menurun dari 74,2% menjadi 43,3%. Peningkatan status gizi dan kesehatan anak yang tetap dapat dipertahankan secara tersirat menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dan kemampuan ibu balita dalam merawat dan memberi makan anak.
Program Edukasi dlan Rehabilitasi Gizi (PERGIZI) yang meliputi kegiatan PMT bersama yang didukung dengan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, pemberian micronutrient, penyuluhan cara merawat dan memberi makan anak dengan strategi yang tepat, serta menumbuhkan kontribusi dan partisipasi masyarakat, dapat membantu meningkatkan status gizi dan kesehatan anak balita.
PERGIZI merupakan model 'baru' dalam penaggulangan anak balita gizi kurang dan gizi buruk berbasis prakarsa dan pemberdayaan masyarakat. Model PERGIZI perlu dilanjutkan dan diterapkan di daerah lain yang mempunyai prevalensi anak balita gizi kurang dan gizi buruk tinggi (>20%) dengan sistem monitoring dan evaluasi yang terencana dan sistematis, yang idealnya dilakukan selama 6 bulan.
Kata kunci : PERGIZI, prakarsa masyarakat, pemberdayaan masyarakat, balita gizi kurang, balita gizi buruk 
© 2008 Sub Bidang Jaringan Informasi dan Perpustakaan Puslitbang Gizi dan Makanan - Jl. Dr. Sumeru No. 63 Bogor

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK GORENG YANG DIFORTIFIKASI VITAMIN A TERHADAP PERUBAHAN DEPOSIT VITAMIN A TUBUH ( MRDR METHOD )

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK GORENG YANG DIFORTIFIKASI VITAMIN A TERHADAP PERUBAHAN DEPOSIT VITAMIN A TUBUH ( MRDR METHOD )
Yuniar Rosmalina, dkk.

Abstrak

Latar belakang : Secara fisiologis bayi lahir dengan cadangan vitamin A yang rendah. Kemampuan transfer vitamin A dari ibu hamil ke janin sangat kecil, meskipun ibu mempunyai status gizi yang baik, sehingga bayi lahir hanya dapat mencukupi kebutuhan vitamin A kurang dari 2 minggu. Status vitamin A yang mencukupi merupakan kunci perlindungan bayi melawan infeksi seperti campak dan diare. Kemampuan ibu untuk memenuhi kebutuhan vitamin A bayi tergantung dari konsentrasi dan volume ASI yang dikonsumsi bayi, dimana kondisi ini dipengaruhi oleh status vitamin A dan asupan konsumsi makanan ibu .
Tujuan penelitian mendapatkan perubahan status vitamin A ibu menyusui setelah mengkonsumsi minyak goreng yang difortifikasi vitamin A.

Metode: Responden penelitian adalah ibu yang menyusui bayi umur 14-40 hari, dimana ASI sudah melewati masa kolostrum dan memasuki masa ASI maturasi namun ibu masih dalam periode masa nifas. Sebanyak 131 ibu yang turut penelitian hingga selesai yang terbagi secara random pada 4 kelompok yaitu : kelompok I. Diberi minyak goreng yang difortifikasi vitamin A 25 ppm dan 2 kapsul 200.000 SI dua hari berturut­-turut, kelompok II minyak goreng tanpa fortifikasi dan 2 kapsul 200.000 SI dua hari berturut-turut, kelompok III hanya minyak goreng difortifikasi vitamin A 25 ppm dan 2 kapsul plasebo dan kelompok IV diberi minyak tanpa fortifikasi dan kapsul plasebo. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden, pengukuran antropometri, serum retinol pada awal dan akhir penelitian dan rasio MRDR sebelum dan sesudah peneltian serta morbiditas ibu dan bayi.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan berat badan, paritas dan lama pendidikan tidak ada perbedaan yang bermakna antara ke 4 kelompok perlakuan. Rata-rata serum retinol pada awal penelitian tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna yaitu kelompok I adalah 32.8 ± 11.52 ug/dl , kelompok II 34.9 ±11.30 ug/dl, kelompok III 34.6 ± 12.87 ug/dl, dan kelompok IV 33.9 ± 9.96 ug/dl. Sedangkan cadangan vitamin A yang ditunjukkan dengan nilai MRDR juga tidak berbeda bermakna antara ke 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok I 0.0748 ± 0.0586 ug/dl, kelompok II 0.0751 ± 0.0741 ug/dl, kelompok III 0.0850 ± 0.0437 ug/dl, kelompok IV 0.0837 ± 0.0395 ug/dl. Pada kelompok I, II dan III terjadi peningkatan kadar serum retinol pada akhir penelitian, namun pada kelompok IV terjadi penurunan. Rata-rata serum retinol dan rasio MRDR pada akhir penelitian menunjukkan perbedaan yang bermakna pada ke 4 kelompok.
Hasil perubahan serum retinol yang bermakna ditunjukkan antara ke 4 kelompok setelah intervensi. Perubahan serum retinol adalah 5.30 ug/dl pada kelompok I, 3.96 ug/dl pada kelompok II, 2.95 ug/dl pada kelompok III dan -4.58 ug/dl pada kelompok IV. Cadangan tubuh pada kelompok I dan III meningkat setelah intervensi, sedangkan kelompok II dan IV menurun setelah intervensi, namun perubahan antara ke tiga kelompok tidak bermakna secara statistik.
Kesimpulan : Pemberian minyak goreng yang difortifikasi vitamin A  25 ppm baik yang mendapat suplementasi kapsul dosis tinggi maupun tidak dapat meningkatkan kadar serum retinol secara bermakna. Cadangan vitamin A tubuh cenderung meningkat pada kelompok ibu yang mendapat minyak yang difortifikasi vitamin A baik yang mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi maupun yang tidak.
diperbaharui ( Monday, 19 October 2009 )